Rabu, 29 Juli 2015

Mengenal Gongseng


Apa yang ada di benak Anda saat seseorang mengucapkan kata “gongseng”? Mungkin ada di antara Anda yang belum pernah mendengarnya, atau ada sebagian dari Anda yang mengira itu sejenis olahan daging kambing, sebangsa tongseng. Edisi kali ini, blog sanggar Edi Peni Pacitan akan sedikit membahas tentang gongseng.

Jika Anda gemar bahasa atau bahkan ahli bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan tempat rujukan ketika Anda menemui kata-kata dalam bahasa Indonesia yang belum diketahui artinya. Dalam KKBI online, kata gongseng diartikan sebagai sangrai, maka jika gongseng berada dalam bentuk kata kerja menggongseng akan berarti menyangrai atau proses menggoreng tanpa minyak. Namun, bukan gongseng ini yang akan kita bahas.

Dalam dunia tari, gongseng adalah sebuah properti yang berupa seperti gelang kaki dengan dilengkapi genta-genta (lonceng-lonceng) yang berukuran kecil. Gongseng umumnya dipakai di kaki kanan. Gongseng identik dengan tarian-tarian dinamis dari daerah Jawa Timur, misalnya Tari Remo. Di luar negeri, India misalnya, gongseng juga dipakai dalam tarian-tarian dinamis. Dalam film Mohabbatein yang dibintangi Shakhrukh Khan menyertakan nyayian (yang tentunya diiringi oleh tarian) dengan menyambil tema bunyi gelang kaki yaitu lagu pairon mein bandhan hai.

Dalam tata busana, setiap detail busana maupun asesoris yang dipakai seorang penari akan memiliki fungsi dan citra masing-masing, demikian pula dengan gongseng. Gongseng berfungsi untuk mengatur dan mengikuti tempo pada iringan musik sesuai dengan gerak tari yang dilakukan. Penggunaanya adalah dengan menghentakkan tumit maupun gejug kaki kanan sehingga dapat menghasilkan suara ”cring cring”. Peranan penting gongseng akan berjalan sesuai fungsinya ketika pelaku gongseng (penari) mampu menjalankan, mengontrol dan menyesuaikannya dengan baik.


Cahyo Sandhidea menyampaikan bahwa bunyi yang tercipta dari genta pada gongseng merupakan konsekuensi peristiwa karena respon gerak. Bunyi genta menjadi perantara spiritual sebagai bentuk pengendalian dan kontrol diri menuju sebuah keharmonisan dinamika irama hidup yang hakiki.

Gongseng minangko pratandho mring janmo, sumbering suoro..

Kanggo sarono kasalarasan among rogo... [PK]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar