Senin, 06 Juli 2015

Gamelan, Sebuah Mahakarya Orkestra [Bagian 3]


Tim Penabuh Gamelan SMP 1 Ngadirojo - Sanggar Edi Peni Pacitan

...
Gamelan Jawa merupakan bentuk harmonisasi seperangkat alat musik yang menghasilkan nada-nada indah dan digunakan untuk mengiringi gending, wayang, ketoprak dan tarian. Sebagai sebuah ansambel musik, gamelan memiliki banyak komponen, pada bagian ini, kita akan membahas tentang macam-macam anggota alat musik yang menjadi komponen gamelan.

Gamelan Jawa adalah musik dengan nada pentatonis. Satu permainan gamelan komplit terdiri dari dua putaran, yaitu slendro dan pelog. Slendro memiliki 5 nada per oktaf, yaitu 1 2 3 5 6 [C- D E+ G A] dengan perbedaan interval kecil. Pelog memiliki 7 nada per oktaf, yaitu 1 2 3 4 5 6 7 [C+ D E- F# G# A B] dengan perbedaan interval yang besar. Komposisi musik gamelan diciptakan dengan beberapa aturan, yaitu terdiri dari beberapa putaran dan pathet, dibatasi oleh satu gongan serta melodinya diciptakan dalam unit yang terdiri dari 4 nada.
Perangkat Gamelan Jawa (Sumber: Zainbe)

Berikut perangkat gamelan Jawa:
GONG
Gong mengacu pada alat musik yang digantung dengan posisi vertikal dengan ukuran sedang maupun besar. Gong dimainkan dengan cara ditabuh pada pencu (bagian bundar di tengahnya) dengan tabuh yang dilapisi dengan kain. Gong umumnya merupakan tanda awal dan akhir dari gending. Gong sendiri dibedakan atas (1) Gong Ageng dan (2) Gong Suwukan.

Gong Ageng merupakan gong yang berukuran besar dengan fungsi untuk menandai permulaan dan akhir kelompok lagu dasar. Gong Suwukan merupakan gong yang berukuran sedang, gong jenis ini ditabuh sebagai tanda akhir dari sebuah gending yang berstruktur pendek, misalnya srepegan, lancaran dan sampak.

BONANG
Merupakan satu set alat musik yang terdiri atas 10-14 gong-gong kecil. Bonang disusun dengan posisi horizontal dalam dua deretan yang diletakkan di atas tali yang direntangkan pada bingkai kayu. Dikenal bonang barung dan bonang penerus dalam perangkat gamelan.

Bonang barung berukuran sedang yang memiliki wilayah oktaf tengah hingga tinggi. Pola nada yang dihasilkan bertugas sebagai antisipasi nada-nada lanjutan, penuntun instrumen-instrumen lain, kecuali pada tabuhan imbal-imbalan. Sedangkan bonang penerus merupakan bonang yang berukuran kecil dengan wilayah oktaf tinggi. Bonang penerus dimainkan dengan pola kecepatan lebih tinggi daripada bonang barung, dan biasanya dimainkan pada pola lagu jalin-menjalin.

CELEMPUNG
Celempung merupakan Instrumen kawat yang dipetik, dibingkai pada semacam gerobogan (juga berfungsi sebagai resonator), memiliki dua pasang kaki, kaki muka lebih  tinggi dari sepasang kaki belakang, memiliki tiga-belas pasang kawat yang ditegangkan antara paku untuk melaras (di atas) dan paku-paku kecil (di bawah). Terdapat kepingan metal di atas gerobogan berfungsi sebagai jembatan pemisah kawat, alat musik ini bertugas untuk merangkai pola pola lagu.

GAMBANG 
Instrumen ini terbuat dari bilah–bilah kayu dibingkai pada gerobogan yang juga berfungsi sebagai resonator. Gambang berbilah 17 sampai 20 bilah, wilayah gambang mencakup dua oktaf atau lebih. Gambang dimainkan dengan tabuh berbentuk bundar dengan tangkai panjang biasanya dari tanduk. Instrumen ini berfungsi memainkan gembyangan dalam gaya pola-pola lagu dengan ketukan ajeg juga dapat memainkan beberapa macam ornamentasi lagu dan ritme, seperti permainan dua nada dipisahkan oleh dua bilah, atau permainan dua nada dipisahkan oleh enam bilah, dan pola lagu dengan ritme–ritme sinkopasi.

GENDER 
Gender merupakan bilah-bilah metal yang ditegangkan dengan tali di atas bumbung bumbung resonator. Dimainkan dengan tabuh berbentuk bulat (dilingkari lapisan kain) dengan tangkai pendek. terdapat dua jenis gender Gender Barung dan Gender Penerus.
Gender Barung berukuran besar, beroktaf rendah sampai tengah. Salah satu dari instrumen pemuka, bermain dalam pola lagu berketukan ajeg (cengkok) yang dapat menciptakan tekstur sonoritas yang tebal dan menguatkan rasa pathet gendhing.
Gender Penerus berukuran kecil, beroktaf tengah sampai tinggi. Meskipun instrumen mi tidak harus ada dalam ansambel, kehadirannya menambah kekayaan tekstur gamelan. Gender ini memainkan lagunya dalam pola lagu ketukan ajeg dan cepat.

KEMPUL
Gong berukuran kecil yang digantung. Kempul menandai aksen-aksen penting dalam kalimat lagu gending. dalam hubungannya dengan lagu gendhing, kempul bisa memainkan nada yang sama dengan nada balungan; kadang-kadang kempul mendahului nada balungan berikutnya; kadang-kadang ia memainkan nada yang membentuk interval kempyung dengan nada balungan, untuk menegaskan rasa pathet.

GENDANG
Instrument bersisi dua yang tidak simetris dengan sisi kulitnya ditegangkan dengan tali dan kulit atau rotan ditata dalam bentuk ‘Y.’ benfungsi menentukan irama dan tempo (menjaga keajegan tempo, menuntun peralihan ke tempo yang cepat atau lambat, dan menghentikan tabuhan gending (suwuk). selain itu untuk gamelan iringan tari-tarian dan pertunjukan wayang kendhang juga menginingi gerakan penari atau wayang. Berdasarkan atas ukuran dan fungsinya, terdapat empat macam gendang yaitu gendang ageng, gendang wayangan, gendang ciblon, dan gendang ketipung.

KENONG 
Kenong merupakan satu set instrumen jenis gong berposisi horisontal, ditumpangkan pada tali yang ditegangkan pada bingkai kayu. Dalam memberi batasan struktur suatu gendhing, kenong adalah instrumen kedua yang paling penting setelah gong. Kenong membagi gongan menjadi dua atau empat kalimat kalimat kenong, atau kenongan. disamping itu nada kenong juga memiliki hubungan dengan lagu gending, yang boleh sama dengan nada balungan ataupun mendahuluinya atau ia dapat memainkan nada berjarak satu kempyung dengan nada balungan, untuk mendukung rasa pathet.

REBAB
Alat Musik berkawat-gesek dengan dua kawat ditegangkan pada selajur kayu dengan badan berbentuk hati ditutup dengan membran (kulit tipis) dari babad sapi. Instument ini termasuk salah satu bagian dari instrumen pemuka yang diakui sebagai pemimpin lagu dalam ansambel, terutama dalam gaya tabuhan lirih. memainkan lagu pembuka gendhing, menentukan gendhing, laras, dan pathet yang akan dimainkan. alur lagu rebab memberi petunjuk yang jelas jalan alur lagu gendhing.

SARON
Saron berbentuk bilahan dengan enam atau tujuh bilah (satu oktaf atau satu oktaf dan satu nada) ditumpangkan pada bingkai kayu yang juga berfungsi sebagai resonator.ditabuh dengan tabuh dibuat dari kayu atau tanduk (yang akhir ini untuk peking). Saron sendiri terbagi menjadi 3 jenis sesuai ukuran dan fungsi masing-masing
Saron Demung: Instrument berukuran besar dan beroktaf tengah. memainkan balungan gendhing dalam wilayahnya yang terbatas. satu perangkat gamelan mempunyai satu atau dua demung. Tetapi ada gamelan di kraton yang mempunyai lebih dari dua demung.
Saron Barung: berukuran sedang dan beroktaf tinggi, juga memainkan balungan dalam wilayahnya yang terbatas. suatu perangkat gamelan bisa mempunyai saron wayangan yang berbilah sembilan. saron ini dimainkan khususnya untuk ansambel mengiringi pertunjukan wayang.
Saron Peking (Penerus): ukuran paling kecil dan beroktaf paling tinggi. memainkan tabuhan rangkap dua atau rangkap empat lagu balungan. peking juga berusaha menguraikan lagu balungan dalam konteks lagu gendhing.

SLENTHEM 
Instrumen ini termasuk keluarga gender ketika kita lihat dari kontruksinya, sering dinamakan gender panembung. Tetapi slenthem mempunyai bilah sebanyak bilah saron, beroktaf paling rendah dalam kelompok instrumen saron. memainkan lagu balungan dalam wilayahnya yang terbatas.
SULING 
Suling/seruling terbuat dari bambu dan termasuk dalam kategori alat musik tiup. memainkan instrument dalam pola-pola lagu bergaya bebas metris. dimainkan secara bergantian, biasanya pada waktu lagunya mendekati akhiran kalimat. tetapi kadang–kadang pemain suling juga memainkan lagu lagu pendek di permulaan atau di tengah kalimat lagu.

Kumpulan instrumen-instrumen inilah yang menghasilkan harmonisasi indahnya lantunan lagu-lagu Jawa.
Bersambung... [PK]


Sumber : Zainbe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar