Penata tari : Edi Suwito
Penata rias dan busana : Adi Peni
Sanggar EDI Peni baru-baru ini menelurkan kembali sebuah karya tari bertajuk "Sekar Pace". Tarian ini ditampilkan pertama oleh Sanggar Edi Peni yang menggaet penari SMPN 1Ngadirojo dalam ajang Festival Tari Kabupaten Pacitan yang digelar oleh MGMP Seni Budaya Kabupaten Pacitan.
Menilik namanya, opini masyarakat akan digiring pada sebuah buah yang diyakini sebagai asal kata Pacitan. Memang terdapat beberapa versi terkait babad kabupaten Pacitan, baik yang berakar dari kata " pacitan" (bahasa Jawa, yang berarti makanan ringan/camilan) atau berakar dari kata "pace" (bahasa Jawa, yang berarti mengkudu).
Menurut salah satu versi babad Pacitan, nama Pacitan konon berasal dari kata "pace" (mengkudu ) dan "ketan". Menurut tutur cerita yang menyebar turun-temurun, buah pace ternyata menpunyai khasiat yang hebat, termasuk menyegarkan tubuh yang merupakan fragmen kisah pada zaman pemerintahan Pangeran Mangkubumi. Sampai saat ini, dikenal mengkudu diracik sebagai obat, diantaranya menurunkan tekanan darah tinggi dan mengobati lemah dan lesu.
"Berpijak dari cerita inilah kami menggarap karya tari 'Sekar Pace', dengan harapan semoga bisa membangkitkan semangat warga Pacitan khususnya, untuk membangun Pacitan lebih maju, lebih tumoto, serta menjadi Pacitan yang gemah ripah loh jinawi. thukul kang sarwo tinandur.murah kang sarwo tinuku", ungkap Edi Suwito.
Identitas
Penata tari : Adi Peni
Penata rias dan busana : Edi Suwito
Penata musik : Sapto Haryono
Tari khas Pacitan Sanjaya Rangin sukses menghibur ribuan masyarakat Pacitan dalam peringatan puncak Hari Jadi Pacitan (Hajatan) ke-272 pada Minggu (19/2/2017) di halaman Pendopo Kabupaten Pacitan.
Tampil sebagai penampil pertama usai kirab budaya tari Sanjaya Rangin memukau masyarakat Pacitan yang tampak antusias memadati halaman Pendopo Kabupaten Pacitan
Tarian sanjaya rangin ini adalah buah karya dari koreografer kenamaan dari Kecamatan Ngadirojo, pasangan Edi Suwito-Adi Peni dengan dibantu Kasim sebagai penata musik.
Sebagai informasi, tarian Sanjaya Rangin ini dibuat pada tahun 2013 lalu, dan kemunculannya menyedot banyak perhatian dari berbagai kalangan.
Dalam flosofinya, Tari Sanjaya Rangin berkisah tentang kiprah Raden Panji Sanjaya Rangin dalam upaya beliau untuk mengubah hutan belantara menjadi sebuah wilayah. Adapun, Raden Panji Sanjaya Rangin sendiri merupakan seorang tokoh yang berilmu yang digunakan sebagai senjata untuk melakukan babad alas Lorok.
Dalam penggambarannya, Sanjaya Rangin digambarkan oleh gerakan, properti hingga nada-nada yang digunakan untuk mengiri tari ini. Adapun, busur panah yang dibawa oleh setiap penari merupakan simbol dari kesaktian sang Sanjaya Rangin.
Foto: Vita
Sumber: pacitanku.com
Tari Mayong merupakan tarian beraroma jawa Timur lengkap dengan musik ritmik dan kostum penari berwarna mencolok. Kedua indikator ini menggambarkan godaan duniawi yang penuh gebyar dan menyilaukan. Para wanita yang berperan sebagai penari menggambarkan bahwa wanita merupakan sasaran utama dari godaan ini.
Tari Mayong dikreasikan oleh Untung Muljono dari Sanggar Kembang Sore. Tarian ini pernah menjadi Juara II Dalem Festival Tari Nasional kelompok umur 14-17 tahun.
Adalah Acik Nur Minarsih, salah satu kru Sanggar Edi Peni, yang menularkan tarian ini kepada anak-anak MI Sidomulyo, Kec. Ngadirojo, Kab. Pacitan. Keelokan tari diikuti dengan polah lincah-trengginas penari menjadi satu daya tarik sendiri bagi para hadirin. [PK]
Tari Bang-bang Wetan merupakan tarian yang menceritakan semangat juang putra-putri daerah Jawa Timur dalam mengusir penjajahan. Oleh karenanya, tarian ini disuguhkan dengan "aroma" jawa timuran yang rancak dan gagah. Ciri lain dari tarian ini adalah nuansa warna yang mencolok pads kostum penarinya.
Bang-bang wetan dapat diartikan sebagai "abang-abang ing sisih wetan" (semburat merah di ufuk timur). Semburat warna merah ini merupakan pertanda akan datangnya pagi. Pagi merupakan waktu yang digunakan manusia untuk mewujudkan mimpi membumi, menjadikan harapan menjadi kenyataan.
Tari Bang-bang Wetan merupakan kreasi Raff Dance Company. Sanggar Edi Peni Pacitan menarikan tarian ini pada Festival Tari Tingkat SMP se-Kabupaten Pacitan tahun 2005. Dalam festival ini, Sanggar Edi Peni berhasil menggondol predikat terbaik dan didapuk untuk mewakili kabupaten Pacitan dalam ajang Majapahit Travel Fair (MTF) se-provinsi Jawa Timur. (PK)